Ingin Motor Matic Kesayangan Awet Jangan Lakukan 6 Hal ini!!!!

Bikersenja.com – Cak bro……Sugeng sonten selamat sore cak……, Apa kabarnya semua? Di sore hari yang cerah ini BSA bermaksud mau berbagi tips nih.

Yups cak….. Tips buat motor matic tidak dapat dipungkiri saat ini sepeda motor matic menjadi motor paling laris dan diminati di indonesia bisa di bilang motor sejuta umat gitu deh….

Tapi cak…, mengendarai motor matic trik tersendiri agar motor mesin tidak cepat rusak dan onderdil mengalami aus.


Nah… Supaya tidak terjadi kerusakan yang tidak di inginkan pada matic kesayangan, nih…. BSA kasih tau 6 hal apa aja yang sebaiknya di hindari berikut ini :1. Menarik Bukaan Gas Terlalu Banyak Sewaktu Melewati Tanjakan.


Sewaktu melintasi jalan yang menanjak pastinya kendaraan berada pada posisi yang melawan gravitasi. Seharusnya buka gas menggunakan cara yang bertahap agar memperoleh tenaga yang maksimal.

2.Menarik Gas Sambil Menarik Rem Kondisi ini biasanya terjadi ketika berada dalam kemacetan.

Pengendara motor matic seringkali menahan gas sambil melakukan penarkan tuas rem. Hal tersebut tentunya menjadikan kampas kopling menjadi cepat habis berputar terus ketika gas ditarik.

3. Menarik Tuas Rem Belakang Ketika Jalanan Menurun

Seharusnya, lebih memprioritaskan pemakaian rem depan dulu saat melintasi jalanan turunan. Pemakaian rem bisa menahan daya dorong motor motor yang semakin besar ke depan sewaktu jalan menurun. Selanjutnya ikuti pemakaian rem belakang supaya motor tetap seimbang.

4. Tidak Teratur Ganti Oli Gardan, Busi dan Filter Udara
Ganti oli mesin, oli transmisi, busi dan filter udara seharusnya dikerjakan secara rutin. Pada oli transmisi ada baiknya diganti setiap jarak tempuh dengan kelipatan 8.000 km. Untuk kesempurnaan pembakaran & mengoptimalkan tenaga engine (tenaga besar tapi tetap irit bahan bakar) maka penggantian filter udara setiap 16000km & penggantian busi setiap 8000km.

5. Tidak Rutin Mengganti CVT


Salah satu kuncian performa skutik yaitu perawatan CVT atau Continous Variable Transmission. Dengan berjalanya waktu maka V-Belt akan aus karena penggunaan. Sehingga transfer tenaga ke roda jadi lebih tidak optimal, padahal pada kondisi sehat saja potensi slip telah besar. Efeknya selain performa yang menjadi loyo, konsumsi bensin pun lebih boros. Agar dapat mencegah hal tersebut, perawatan CVT perlu dilakukan. Apabila dilihat pada buku pedoman reparasi, skutik Honda contohnya BeaT FI dianjurkaan mejalankan pemeriksaan setiap 8.000 km. Penggantiang V-Belt dilakukan setiap 24.000km.

6. Berhenti di tanjakan/jalan menanjak dengan menahan/menarik mlotro putaran gas.


Saat berhenti srmentara di jalan menanjak, misalnya di traffic light/lampu merah beberapa pengendara sering kali menahan motor maticnya dengan membuka sedikit gas. Padahal, jika kita melakukan hal tersebut maka kopling sentrifugal matic (cvt) akan bergesekan tetapi motor tidak jalan. Kondisi ini akan menyebabkan panas yang sangat berlebihan di kampas kopling. Kondisi ini dapat mempercepat keausan kopling dan bahkan dapat merusak kopling motot matic. Apabila berhenti di jalan menanjak maka pengendara harus menjaganya (agar tidak mundur) dengan menarik rem (depan dan atau belakang) atau mengaktifkan parking brake lock.

Satyo Prahnowo selaku Technical Service Division Head MPM mengatakan agar kendaraan lebih awet harus memperhatikan perawatan dengan benar juga tekhnik mengendarainya. ” Konsumen dapat melakukan perawatan motor Honda kesayangan di AHASS terdekat. Ada layanan Pit Express yang dapat di manfaatkan bagi konsumen yang tidak mempunyai banyak waktu untuk ke bengkel.” Ujar Satyo Prahnowo.

Yaps, cak itu tadi merupakan trik agar motor awet dan gak rewel! Semoga secuil informasi tadi dapat bermanfaat untuk kita semua cak……

Salam Otomotif
Keep Safety Riding
MisiNumpangLewat

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.